RSS

Ada Yang Bertanya Padaku

10 Apr

Hari itu membuatku malas untuk melakukan apa-apa. Hingga akhirnya aku putuskan untuk membuka jejaring sosial. Ternyata ada 2 pesan masuk dan beberapa pemberitahuan baru. Aku buka pertama pesan yang masuk, ternyata pesan dari sahabatku dan pesan dari salah satu temanku yang belum aku kenal secara pasti. Temanku itu memberiku pertanyaan,dia meminta suatu pendapat dariku tentang orang ketiga dalah suatu hubungan. Meskipun aku kurang begitu mengenalinya,aku coba untuk sharing dengannya.

Pertanyaannya seperti ini, ” Bagaimana pendapat kamu tentang orang ketiga dalam suatu hubungan?”. Aku yang belum tahu maksud pertanyaannya, mencoba memperjelas maksudnya, hubungan apa yang dimaksudkan?. Katanya hubungan itu adalah hubungan pacaran. Semakin bingung aku menjawab, soalnya aku bukan orang ahli dalam hal pacaran. Dan akhirnya aku jawab sepengetahuanku saja. “Tergantung orang ketiga yang dimaksud, jika orang ketiga yang ada adalah orang yang bisa memjembatani permasalahan diantara mereka,it’s okay,bukan suatu masalah. Akan tetapi orang ketiga yang dimaksud adalah orang yang dirasa mengganggu hubungan, orang inilah yang menjadi masalah dan harus segera dipecahkan,kalau memang harus dihindari, tak ada salahnya menghindari jika ditakutkan akan terjadi sesuatu jika dia tetap ada.” Akhirnya dia memperjelas kalau orang ketiga yang dimaksud adalah orang yang mengganggu hubungan diantara mereka. jadi pendek ceritanya begini, teman yang baru aku kenal lewat facebook itu mempunyai kekasih, dia sangat mencintai kekasihnya itu, tapi ternyata kekasihnya itu juga disukai oleh pihak lain, dan pihak inilah yang dia maksud pihak ketiga.

Selanjutnya aku mencoba menjawab sambil bertanya, “Seharusnya diantara kalian harus saling mempunyai komitmen bersama, saling mempercayai dan saling berbagi kasih. Jika memang hubungan kalian sehat. Tapi, apakah hubungan kalian sehat? Legalkah atau mungkin ilegal?”. Dia menjawab, “Hubungan kami sehat-sehat saja, tapi kekasihku kurang tegas dalam menghadapi suatu masalah, dia kurang tegas dalam menentukan sesuatu dan berkomitmen, itu yang membuatku ragu”. Tanpa berfikir panjang langsung saja aku balas, “Mohon maaf, aku bukan dokter cinta, aku juga bukan psikiater yang sering menangani berbagai masalah kejiwaan atau perasaan, tapi sepengetahuanku, mungkin ada sesuatu yang membuat pasanganmu kurang tegas, bisa jadi dia tidak nyaman dengan hubungan kalian, itu disebabkan karena dia belum siap untuk menjalin hubungan, atau mungkin masih ada kendala dengan keputusan orang tuanya, biasanya kan backstreet, itu juga bisa menjadi pemicu masalah, atu mungkin karena masalah yang lain. Selanjutnya, berhubungan dengan masalah ilegal atau legalnya hubungan kalian, sepengetahuanku, hubungan lawan jenis akan bisa dikatakan legal jika memang akan diarahkan ke jenjang pernikahan secepatnya. Hanya ikatan nikah lah yang akan melegalkan hubungan lawan jenis, jika kita mendahuluinya dengan cara berhubungan dengan lawan jenis sebelum waktunya dan bahkan kita tidak tahu apakah hubungan itu berlanjut ke pernikahan atau tidak, indikasi mendekati zina lebih besar, padahal kita tahu bahwa kita sebagai umat muslim dilarang mendekati zina, apalagi melakukannya. Aku sendiri pun juga belum maksimal melakukan apa yang baru saja aku bicarakan, akan tetapi marilah kita mencoba menjadi lebih baik, kapanpun dan dimanapun”.

Mungkin kata-kataku terlalu menghakimi, tapi dari dalam situ aku mencoba menjadi orang yang bisa memahami orang, manusia yang memanusiakan manusia, sulit sekali memang, kebanyakan kita selalu dihinggapi rasa sombong, apalagi kalau sudah menganggap orang lain rendah, kita mungkin tak sedikitpun menghiraukan apa yang muncul dari pemikirannya, karena dalam hati kita mungkin sudah terhinggapi rasa kalau dia adalah orang rendah yang ada dibawah kita. Hal inilah yang membuat kita semakin rendah dihadapan Yang Maha Merendahkan, karena sombong termasuk mendekati ke sifat syirik. Jika memang kita mencintai seseorang, cintailah sewajarnya saja, dan jika memang kita harus membenci orang maka bencilah sewajarnya saja, karena Allah tidak menyukai hal-hal yang berlebihan.

Wallahu a’lam….

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 10, 2011 in Cerpen

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: