RSS

Minggu Pagi, Hari Di Awal Tahun

Tak ku sangka, malam ini aku benar-benar tak bisa tidur lagi setelah terbangun gara-gara suara dentuman ledakan yang saling beradu. Sungguh mengerikan suara malam itu, di penjuru kota terdengar suara ledakan yang membuat banyak orang bahagia dan seperti merayakan suatu acara sakral yang serasa tak boleh ditinggalkan. Langit yang sedang mendung itu menambah kegelapan malam dan gerimis yang semakin membuat udara semakin dingin, meski demikian tak menyurutkan semangat mereka untuk entah sekedar berhura-hura atau berharap sesuatu. Ya, benar sekali, hari itu malam minggu tepat tanggal 31 Desember 2011 menuju hari minggu tepat tanggal 1 Januari 2012. Langit yang murung itu dicerahkan dan ramai oleh hiasan letusan kembang api yang indah menari di udara. Kerlap-kerlip eloknya warna kembang api yang bermacam-macam itu semakin membuat orang-orang yang ada di sekitarnya bergemuruh dengan sorak sorai mereka menyambut tahun baru 2012.

Ku putuskan untuk keluar, sembari melihat ramai kota kala itu. Kontrakan mungil yang aku tinggali tepat berada di dataran tinggi sehingga bisa melihat indahnya kembang api yang ada di kota dari jauh. Ternyata ramai sekali! Banyak orang yang jalan-jalan di luar menikmati indahnya pergantian tahun itu, tak kalah ketinggalan sang ibu yang sedang hamil bersama suami dan anak-anaknya. Pengaruh sang sangat kuat, entah budaya mana yang merasuki orang-orang ini sehingga mereka merasa hari ini adalah hari atau malam yang spesial. Semakin malam semakin banyak orang berdatangan di pusat perumahan yang aku tinggali. Taman di tengah perumahan itu menjadi saksi hiruk pikuk manusia yang sedang lupa akan hari kemarin karena kesibukannya menyambut hari esok yang mungkin bisa menjadi lebih baik. “Ayo mas ikut kesana, lihat orang-orang itu…” sapa seorang tetanggaku yang berjalan menuju ke keramaian itu. “Iya pak, saya lihat dari sini saja” jawabku. Semakin banyak yang menyalakan kembang api, serasa wajah langit saat itu adalah topeng, yang indah terang dan berkerlip, tapi bukan karena bintang.

Tak lama kemudian kembang api mulai berkurang, orang-orang pada pulang, dan malam itu menjadi sedikit sepi. Ada orang yang berjalan melewati kontrakanku, “Lha iya mas, orang-orang itu bagaimana, uang kok dihambur-hamburkan hanya untuk membeli kembang api yang tak murah harganya.” katanya. Selanjutnya juga ada lagi yang berkata demikian kepadaku, padahal di tangan anaknya ada kembang api besar yang dibawanya kemana-mana. Sedikit aku merasakan, ternyata banyak orang yang merasa hal itu kurang benar, tapi mereka tetap melakukannya. Ini adalah realita manusia, bisa dibilang ini adalah manusiawi, karena manusia memang tempat salah dan lupa, tapi ini suatu ketidak wajaran jika hal ini dihubungkan dengan nalar don logika, manusia yang notabene merupakan makhluk yang paling sempurna yang dilengkapi nafsu dan akal fikiran untuk memikirkan dan membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, akan tetapi sekarang hal itu hanya sebagai bahan basa-basi saja, banya orang yang mengetahui hal salah akan tetapi mereka tetap melakukannya. Naudzubillah.

Malam itu semakin sepi,jam menunjukkan pukul 01.00 WIB tapi aku tak bisa tidur lagi, hinga akhirnya adzan subuh dikumandangkan. Segera aku mengambil air wudlu dan shalat subuh berjamaah dengan temanku satu kontrakan. Selepas subuh, temanku berinisiatif untuk mengisi pagi ini dengan memasak ikan, OK, aku pun setuju. Kemudian aku dan temanku pergi ke pasar untuk belanja ikan dan bahan masakan lain. Setelah lama berputar mengitari lapak penjual yang ada di pasar baru itu, aku dan temanku menemukan orang yang jualan ikan, dan kami pun membeli ikan bawal 1 kg seharga Rp. 14.000,-. Selanjutnya kami membeli bahan untuk membuat sambal, wah rasanya bakalan nikmat masakan pagi ini. Segera kami bergegas pulang untuk memasak semua bahan yang telah kami beli. Dalam perjalanan pulang, kami kembali menemui efek dari budaya asing merayakan tahun baru Masehi. Ada dua pemuda yang tergeletak tak sadarkan diri di depan rumah seseorang dengan botol bir di sampingnya, hari yang semakin siang dan cerah itu ternyata tidak membuatnya sadar bahwa hari sudah berganti. Perayaan malam tahun baru, jika kita survey, maka akan menghasilkan prosentase 98% hal sia-sia dan 2% hal lain, entah itu baik atau biasa. Semoga Allah segera menyadarkan kita dan mereka. Amiin.

Pagi di hari minggu di awal tahun ini serasa aku juga sedang merayakan tahun baru, bagaimana tidak, aku dan temanku memasak ikan yang nikmat dan sambal yang menggoda. 7 ekor ikan bawal goreng, dengan rasa yang gurih dan nikmat ditambah racikan sambal yang ekstra pedas membuat aku dan temanku terasa terbawa di restauran terkenal dengan masakan yang terkenal lezat. Ah, mungkin inilah indahnya bersyukur, uang yang didapat dari hasil keringat sendiri, usaha sendiri mencari makan dan dimakan bersama sahabat di waktu yang spesial. Alhamdulillah, Terima kasih Ya Allah,…

Mas Ardhy, 1 Januari 2012. 09.00WIB

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 1, 2012 in Puisi-Puisi hati

 

Kata Mereka “Selamat Malam Tahun Baru”


Assalamu’alaikum Saudara Ahlul Bid’ah Hasanah.
Pagi yang cerah, dengan semangat yang indah.
Tetap terungkap dalah hati hamdalah.
Selalu bersyukur walau harus mengalah.

Tuhanlah cukup untuk kami berteduh.
Bukan uang harta yang membuat dunia gemuruh.
Tak sedikitpun hati jiwa mengeluh.
Apalagi kata terucap aduh.

Gagas fenomena ini dalam lubuk hati.
Begitu antusias manusia menyambut hari.
Dimana menurutnya hari ini hari jadi.
Sebuah tahun baru nan tak jelas punya histori.
Mereka siapkan semua untuk merayakan.
Tak pandang mahal, murah atau hanya sekedar menjadi peran.
Tak hanya jelata, pegawai sampai dewan.
Tak hanya juga cukup dengan uang seribuan.

Bayi itu merenung dalam pelukan ibunya.
Ibu, ada acara apa ini.
Begitu senangnya ibu mengajakku kesini.
Dengan gemuruh suara ribuan orang suka cita.
Hanya karena merayakan hari ini saja.
Tahun Baru, kata mereka.

Coba jika tengok mereka yang tak mampu.
Tak sedikit keluh peluh untuk terus hidup
Tapi apa makna tahun baru bagi mereka.
Hanya sekedar angin lalu juga.
Karena semua malam sama.
Sama merasa susah karena kebutuhan raga.
Juga jiwa, yang senantiasa berat menjaganya.

Tepat jam 00.00 kau tiup terompet, nyalakan kembang api.
Kau rasa dunia sengaja dibuat hanya untuk hura-hura.
Masihkah kau memikirkan akan waktu kapan Kau mati.
Sehingga kau sedikit sadar untuk menyadarinya.

Tuhan, entah apa yang ada dalam fikiran kami.
Tapi kami menyadari betapa indahnya kuasaMu.
Rasulullah,maafkan kami yang tak tau diri.
Bukan maksud untuk menyakiti hatimu.

Semoga bisa menjadi lebih baik.
Dalam kurun waktu yang semakin sedikit.
Tak banyak kata, rasa dan asa.
Hanya niat, mati membawa pahala.
DariMu, Tuhanku, kebanggaan jiwa menjadi hambaMu.

Mas Ardhy at 05.23 WIB

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 31, 2011 in Puisi-Puisi hati

 

Keluasan Ilmu Tak Seharusnya Menyempitkan Kemauan

Pada dasarnya kita adalah manusia dengan begitu banyak kekurangan.

Meskipun tercatat kita sebagai makhluk yang berhasil mendapat gelar makhluk yang paling sempurna.

Dahulu sebelum tercipta, malaikat sempat ragu akan terciptanya makhluk bernama manusia.

Akan tetapi dengan tegas dijawab oleh Yang Maha Pencipta.

Kadang kita merasa dunia ini adalah hal yang sederhana.

Tapi ternyata salah, dunia ini luas dan kompleks.

Semakin kita ketahui, semakin luas dunia ini untuk bisa kita berselancar di dalamnya.

Sadarkah kita akan segala penciptaan yang ada di alam semesta?

Apa hanya sekedar begitu saja terus terjadi?

Bukan, dari hal yang kecil memang.

Tapi membutuhkan suatu penyatuan dan hal yang kompleks yang membentuknya.

Alam semesta ini tidak ada yang sederhana, dan yang sederhana hanya ada di otak manusia.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Mei 14, 2011 in Puisi-Puisi hati

 

Ada Yang Bertanya Padaku

Hari itu membuatku malas untuk melakukan apa-apa. Hingga akhirnya aku putuskan untuk membuka jejaring sosial. Ternyata ada 2 pesan masuk dan beberapa pemberitahuan baru. Aku buka pertama pesan yang masuk, ternyata pesan dari sahabatku dan pesan dari salah satu temanku yang belum aku kenal secara pasti. Temanku itu memberiku pertanyaan,dia meminta suatu pendapat dariku tentang orang ketiga dalah suatu hubungan. Meskipun aku kurang begitu mengenalinya,aku coba untuk sharing dengannya.

Pertanyaannya seperti ini, ” Bagaimana pendapat kamu tentang orang ketiga dalam suatu hubungan?”. Aku yang belum tahu maksud pertanyaannya, mencoba memperjelas maksudnya, hubungan apa yang dimaksudkan?. Katanya hubungan itu adalah hubungan pacaran. Semakin bingung aku menjawab, soalnya aku bukan orang ahli dalam hal pacaran. Dan akhirnya aku jawab sepengetahuanku saja. “Tergantung orang ketiga yang dimaksud, jika orang ketiga yang ada adalah orang yang bisa memjembatani permasalahan diantara mereka,it’s okay,bukan suatu masalah. Akan tetapi orang ketiga yang dimaksud adalah orang yang dirasa mengganggu hubungan, orang inilah yang menjadi masalah dan harus segera dipecahkan,kalau memang harus dihindari, tak ada salahnya menghindari jika ditakutkan akan terjadi sesuatu jika dia tetap ada.” Akhirnya dia memperjelas kalau orang ketiga yang dimaksud adalah orang yang mengganggu hubungan diantara mereka. jadi pendek ceritanya begini, teman yang baru aku kenal lewat facebook itu mempunyai kekasih, dia sangat mencintai kekasihnya itu, tapi ternyata kekasihnya itu juga disukai oleh pihak lain, dan pihak inilah yang dia maksud pihak ketiga.

Selanjutnya aku mencoba menjawab sambil bertanya, “Seharusnya diantara kalian harus saling mempunyai komitmen bersama, saling mempercayai dan saling berbagi kasih. Jika memang hubungan kalian sehat. Tapi, apakah hubungan kalian sehat? Legalkah atau mungkin ilegal?”. Dia menjawab, “Hubungan kami sehat-sehat saja, tapi kekasihku kurang tegas dalam menghadapi suatu masalah, dia kurang tegas dalam menentukan sesuatu dan berkomitmen, itu yang membuatku ragu”. Tanpa berfikir panjang langsung saja aku balas, “Mohon maaf, aku bukan dokter cinta, aku juga bukan psikiater yang sering menangani berbagai masalah kejiwaan atau perasaan, tapi sepengetahuanku, mungkin ada sesuatu yang membuat pasanganmu kurang tegas, bisa jadi dia tidak nyaman dengan hubungan kalian, itu disebabkan karena dia belum siap untuk menjalin hubungan, atau mungkin masih ada kendala dengan keputusan orang tuanya, biasanya kan backstreet, itu juga bisa menjadi pemicu masalah, atu mungkin karena masalah yang lain. Selanjutnya, berhubungan dengan masalah ilegal atau legalnya hubungan kalian, sepengetahuanku, hubungan lawan jenis akan bisa dikatakan legal jika memang akan diarahkan ke jenjang pernikahan secepatnya. Hanya ikatan nikah lah yang akan melegalkan hubungan lawan jenis, jika kita mendahuluinya dengan cara berhubungan dengan lawan jenis sebelum waktunya dan bahkan kita tidak tahu apakah hubungan itu berlanjut ke pernikahan atau tidak, indikasi mendekati zina lebih besar, padahal kita tahu bahwa kita sebagai umat muslim dilarang mendekati zina, apalagi melakukannya. Aku sendiri pun juga belum maksimal melakukan apa yang baru saja aku bicarakan, akan tetapi marilah kita mencoba menjadi lebih baik, kapanpun dan dimanapun”.

Mungkin kata-kataku terlalu menghakimi, tapi dari dalam situ aku mencoba menjadi orang yang bisa memahami orang, manusia yang memanusiakan manusia, sulit sekali memang, kebanyakan kita selalu dihinggapi rasa sombong, apalagi kalau sudah menganggap orang lain rendah, kita mungkin tak sedikitpun menghiraukan apa yang muncul dari pemikirannya, karena dalam hati kita mungkin sudah terhinggapi rasa kalau dia adalah orang rendah yang ada dibawah kita. Hal inilah yang membuat kita semakin rendah dihadapan Yang Maha Merendahkan, karena sombong termasuk mendekati ke sifat syirik. Jika memang kita mencintai seseorang, cintailah sewajarnya saja, dan jika memang kita harus membenci orang maka bencilah sewajarnya saja, karena Allah tidak menyukai hal-hal yang berlebihan.

Wallahu a’lam….

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 10, 2011 in Cerpen

 

Hukum “Pedekate” dengan Facebook dan Alat Komunikasi Lainnya

Berikut ini adalah salah satu hasil bahtsul masail diniyyah atau pembahasan masalah keagamaan oleh Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri (FMP3) se-Jawa Timur di Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadiat Lirboyo Kediri 20-21 Mei 2009 lalu. Beberapa media massa sempat memberitakan bahwa forum ini mengharamkan Facebook, sebuah jaringan komunikasi dunia maya. Ternyata tidak sesederhana itu. ***(Teks Arab tidak disertakan. Redaksi)

Dewasa ini, perubahan yang paling ngetop dengan terciptanya fasilitas komunikasi ini adalah tren hubungan muda-mudi (ajnabi) via HP yang begitu akrab, dekat dan bahkan over intim. Dengan fasilitas audio call, video call, SMS, 3G, Chatting, Friendster, facebook, dan lain-lain. Jarak ruang dan waktu yang tadinya menjadi rintangan terjalinnya keakraban dan kedekatan hubungan lawan jenis nyaris hilang dengan hubungan via HP.

Lebih dari itu, nilai kesopanan dan keluguan seseorang bahkan ketabuan sekalipun akan sangat mudah ditawar menjadi suasana fair dan vulgar tanpa batas dalam hubungan ini. Tren hubungan via HP ini barangkali dimanfaatkan sebagai media menjalin hubungan lawan jenis untuk sekedar “main-main” atau justru lebih ekstrim dari itu. Sedangkan bagi mereka yang sudah mengidap “syndrome usia,” hubungan lawan jenis via HP sangat efektif untuk dimanfaatkan sebagai media PDKT (pendekatan) untuk menjajaki atau mengenali karakteristik kepribadian seseorang yang dihasrati yang pada gilirannya akan ia pilih sebagai pasangan hidup atau hanya berhenti pada hubungan sahabat.

Pertanyaan pertama:

Bagaimana hukum PDKT via HP (telpon, SMS, 3G, chatting, friendster, facebook, dan lain-lain) dengan lawan jenis dalam rangka mencari jodoh yang paling ideal atau untuk penjajakan dan pengenalan lebih intim tentang karakteristik kepribadian seseorang yang diminati untuk dijadikan pasangan hidup, baik sebelum atau pasca khitbah (pertunangan)?

Jawaban:

Komunikasi via HP pada dasarnya sama dengan komunikasi secara langsung. Hukum komunikasi dengan lawan jenis tidak diperbolehkan kecuali ada hajat seperti dalam rangka khitbah, muamalah, dan lain sebagainya.

Mengenai pengenalan karakter dan penjajakan lebih jauh terhadap lawan jenis seperti dalam deskipsi tidak dapat dikategorikan hajat karena belum ada ‘azm (keinginan kuat untuk menikahi orang tertentu). Sedang hubungan via 3G juga tidak diperbolehkan bila menimbulkan syahwat atau fitnah.

(Kitab-kitab rujukan: Bariqah Mahmudiyyah vol. IV hal. 7, Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah vol. I hal. 12763,  Ihya ‘Ulumiddin vol. III hal. 99, Hasyiyah al-Jamal vol. IV hal. 120, Is’adur Rafiq vol. II hal. 105, Al-Fiqhul Islamy vol. IX  hal. 6292, I’anatut Thalibin vol. III hal. 301, Qulyuby ‘Umairah vol. III hal. 209, I’anatut Thalibin vol. III hal. 260, Al-Fatawi al-Fiqhiyyah al-Kubra vol. I hal. 203, Tausyih ‘ala ibn Qosim hal.197)

Pertanyaan kedua:

Mempertimbangkan ekses negatif yang ditimbulkan, kontak via HP (telpon, SMS, 3G, chatting, Friendster, facebook, dan lain-lain) dengan ajnaby (bukan muhrim), bisakah dikategorikan atau semakna dengan khalwah (mojok) jika dilakukan di tempat-tempat tertutup?

Jawaban:

Kontak via HP sebagaimana dalam deskripsi di atas yang dapat menimbulkan syahwat atau fitnah tidak dapat dikategorikan khalwah namun hukumnya haram.

(Beberapa kitab yang dirujuk: Hasyiyah Al-Jamal vol. IV hal. 125, Al-Qamus al-Fiqhy vol. I hal. 122, Bughyatul  Mustarsyidin hal. 200, Asnal Mathalib vol. IV hal. 179, Al-Mausu’atul Fiqhiyyah vol. IXX hal. 267, Hasyiyah Al-Jamal vol. IV hal. 467, Al-Fatawi al-Fiqhiyyah al-Kubra vol. IV hal. 107-107, Hasyiyah Jamal vol. IV hal. 121, Is’adur Rafiq vol. II hal. 93, dan Hasyiyah Al-Jamal vol. IV hal. 121 I’anatut Thalibin vol. III hal. 301, Qulyuby ‘Umairah vol. III hal. 209)

http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=17855

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada April 9, 2011 in Puisi-Puisi hati

 

Pantun Untuk Adik

Berlabuh Riang Kapal Pesiar

Tak Lagi Elok Jauh ke Seberang

Adikku Sayang Jadilah Pintar

Karena Esok Haruslah Terang

 

Kue Donat Kita Makan Bersama

Ternyata Lubang Tepat di Tengah

Berat Amanat Akan Kau Jaga

Tetaplah Riang Jangan Mengalah

 

Hitam Putih Warna Bajumu

Tampan Menawan Indah Dipandang

Walau Perih Janganlah Ragu

Kaulah Pahlawan di Medan Perang

 

Bukan Garam Tak Berasa Asin

Makan Nasi Ikan Dengan Garpu

Bercitalah Jadi Pemimpin

Isi Hati Bahagiakan Orang Tuamu

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 5, 2011 in Puisi-Puisi hati

 

Sajak Puja Puji Merindu

Aku sadar aku bukan kamu.

Aku bingung karena aku bukan kamu.

Sekali lagi aku pusing karena aku bukan kamu.

Bahkan tak mungkin aku menyamai dan berusaha aku adalah kamu.

 

Hanya berharap Tuan,menjadi yang dicintai.

Tapi tak berhenti disitu Tuan,tetapku berupaya tuk dicintai.

Masih tetap terus Tuan,karena aku ingin dicintai.

Dan aku sadar Tuan,harusnya ku mencintai tuk dicintai.

 

Ucapku dengan lisan tak terhenti, Terimakasih.

Terus ku ajukan dengan hati, Terimakasih.

Tanpa menghitung tetes keringat, Terimakasih.

Dan aku sadar Tuan,karenamu ada semua, Terimakasih.

 

Bagai purnama di malam hari menyinari gelap gulita.

Bersanding dengan kerlip lintang menjadi panorama.

Tanpamu dunia petang sunyi senyap tanpa cahaya.

Hingga ternyata langit iri kepada bumi karena paduka.

 

Wahai pencerah kegelapan.

Aku merindumu sang pembawa harapan.

Bagi mereka yang kau perjuangkan.

Nada tangismu karena ulah umat menyerupai hewan.

 

Bukan maksud melukai hati paduka.

Tapi kelemahan hamba yang tak mampu menghindari dosa.

Tak faham jika itu membuat hati luka.

Karena asa, cita dan cinta memang seharusnya untuk paduka.

 

Doa hamba tak akan putus menyertai.

Berharap engkau berkata iya bahwa syafaat untuk kami.

Berharap adalah engkau penolong di mahsyar nanti.

Doa hamba tak akan putus menyertai.

 

Allah,kerajaan ‘Arsy-Mu yang Agung.

Terpampang jelas Syahadat Islam nan anggun.

Menggetarkan jala kehidupan semesta agung.

Kembali ku tersimpuh tetes air mata memohon ampun.

 

Bagaimana mungkin kami kembali suci.

Dengan umur yang tak bisa kembali.

Hanya berharap ridho Ilahi Robbi.

Tuk bersanding denganmu,wahai pemimpin kami.

 

Bismillahirrohmanirrohim.

Sebelum berdosa kami di dalam rahim.

Entah kami bukan atau tidak ‘alim.

Tapi tetap suatu hari nanti pengadilan Allah yang ‘Adzim.

 

Mohon ampun Gusti, kami tak sanggup lagi.

Mohon kasih sayang Robbi,kami tak pantas dalam jannati.

Mohon ridho Ilahi,kami tak kuat dalam penjara api.

Mohon syafaatnya ya Nabi,penolong kami dalam menjalani hari.

 

Bagaikan separuh jiwa ini adalah dirimu,tanpamu tak hidup jiwaku.

Maha Sempurna Tuhanku,pencipta keelokan makhluk sepertimu.

Dan selamanya, shalawat salam tercurahkan kepadamu.

Wahai, sang pembawa rahmat, karena kaulah kekasihku.

 

Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam bin Abdillah.

Sang kekasih.

 

Dariku, umat yang merindumu, Ardhy.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 5, 2011 in Puisi-Puisi hati